468x60 Ads

This is an example of a HTML caption with a link.

10 Tips Merawat Printer

0 komentar


Udah lama nih mimin gak posting tentang IT, kali ini mimin mau posting tentang cara merawat Printer, berikut cara cara merawat printer : 

1. Bersihkan Printer
Agar printer panjang umur, rajin - rajinlah membersihkan printer yang kotor dengan kuas atau kain. Khusus untuk bagian dalam dan sela sela yang sulit dijangkau gunakan kuas untuk membersihkannya  serta kondisi printer harus mati.

2. Printer Jangan Nganggur
Jangan sampai printer tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, paling tidak 2hari sekali printer mencetak tidak hanya mencetak warna hitam tetapi semua warna. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar tinta tidak kering dan menggumpal di Head Printer.

3. Cartridge Jangan Kosong
Jangan biarkan cartridge benar benar sampai kosong dan isilah jika catridge mulai kosong. Hal ini berlaku bagi printer yang menggunakan tinta isi ulang.

4. Jangan Ganti Merk Tinta
Gunakan tinta dengan merek yang sama dengan tinta sebelumnya. Jika berniat mengganti tinta dengan merek baru, pastikan catridge benar benar sampai kosong kemudian isikan yang baru. Ini dimaksudkan agar tinta juga tidak menggumpal di Head Printer.

5. Jangan Sentuh PIN CMOS
Jangan sesekali menyentuh PIN CMOS , karena PIN ini rusak jika terkena listrik static dari tubuh kita. Jika benar benar diperhatikan pin ini sudah diberi tanda silang yang artinya tidak boleh disentuh.

6. Tutupi Printer
Tutupi printer dengan kain, tetapi jangan terlalu rapat, karena menutup rapat tanpa pendukung pencegah udara lembab dapat merusakkan printer.

7. Matikan Sesuai Aturan
Matikan printer sesuai aturan yaitu menekan tombol off barulah mencabut kabel yang terhubung dengan listrik. Jangan mencabut langsung dari listriknya, jika hal ini sering dilakukan maka BIOS printer akan error, lebih parahnya BIOS akan rusak secara fisik. Bahaya lainya jika kita langsung mencabut dari listrik adalah jikaposisi head printer belum terpasang pada posisi yang seharusnya bisa menyebabkan tinta mengendap dan kering pada head.

8. Jangan Langsung Matikan Setelah Mencetak
Jika printer sering dipakai , jangan sering dimatikan setiap kali habis mencetak. Semua printer memiliki batasan mencetak. Setiap kita menyalakan printer ada penghitung yang menambahkan jumlah cetak. Bayangkan selama 8 jam kita mematikan dan menyalakan printer 10 - 20 x bisa bisa kita diminta mereset penghitung yang ada pada BIOS komputer.

9. Jika Tidak diperlukan Jangan mencetak Gambar yang pekat
Usahakan jangan terlalu sering mencetak gambar yang pekat, seperti kotak hitam ataupun fontt dengan ukuran besar. Karena hal ini dapet membebani jerja Head yang dampaknya akan memperpendek umur head printer .

10. No No....Jangan Mencetak Dengan Kertas Rusak atau Kotor
Saat mencetak selalu gunakan kertas yang masih layak digunakan (tidak lecek), kenapa? Ya karena kertas lecek bisa tersangkut, atau sering kita dengar istilah " paper jam " . Pastikan juga kertas yang kita gunakan adalah kertas yang bersih karena jika kotor, kotoran tersebut dapat menempel di head printer yang menyebabkan tinta menjadi macet.

Selamat mencoba ya.....dan rawatlah printer dengan baik.

Katak dan Hujan

0 komentar




Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.
Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?“, ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya.
Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.
Anakku, itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik“, jelas induk katak sambil terus membelai.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.
Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? ” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.
Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!“ tambahnya begitu menenangkan.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.
Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.
Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!“ ucapnya sambil terus memejamkan mata.
Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.
Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!


 








Renungan
Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.
Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.
Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan.

Terima kasih.

 
Berbagai dan Berbagi ILMU © 2011 Theme made with the special support of Maiahost for their cheap WordPress hosting services and free support.